
Sabtu, 18 Maret 2017
Cerita nyata lur. Sore ini ba'da maghrib aku perjalanan dari rumahku di gandusari menuju garum, prediksiku malam ini mesti ramai karena ini malam minggu, pasti banyak muda mudi menikmati kehidupan percintaan dan remajanya. Ku lajukan sepeda motorku dengan kecepatan tak lebih dari 60 km/jam,. Sambil tetap fokus kunikmati perjalananku ini, selang beberapa waktu sudah sampai wlingi, sialnya hujan turun dengan sangat lebat, dengan hati kesal kuhentikan sepedahku dan kupakai mantel kelelawar hijauku. Sampai Barat SMANTA kejadian yang tak pernah kubayangkan kualami. Sambil menyingkap mantelku sesekali kuamati sekitarku, keherananku pun muncul tak seperti yang kuduga malam ini agak sepi dan gelap. Tiba2 motorku diapit 2 sepeda motor yang melaju dengan kecepatan yang sama denganku, aku mulai panik melihat bajunya yang hitam hitam dengan kepala yang tertutup rapat dengan helm balapnya, tanpa kusadari kukencangkan gasku. Mereka masih mengikuti ku dengan formasi aku yang paling pinggir, aq semakin panik. Hingga tiba sebelum pertigaan keningaran kubelokan motorku di tempat lesehan "Sambel Bawah Layah". Merekea tetap melaju kebarat dan aku menikmati lele, tempe dan tahu goreng dengan pedas khas sambel bawang tradisional harga murah meriah dibawah 10 rbu. Yang minat juga bisnis syar'i modal dikit keuntungan menjanjikan japri via wa/tlp 085736171922
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar