
Senin, 06 Februari 2017
Valentine Day (V-Day) Perayaan Paling Konyol #TolakValentineDay dukung gerakan #IndonesiaTanpaPacaran Tahukah kalian bahwa V-Day perayaan paling konyol? Maaf, saya langsung sampaikan saja karena ini memang realita. Kenapa? Pertama, sumber sejarahnya tidak jelas. Di antara banyaknya versi sejarah V-Day, tidak ada sumber sejarah yang referensinya benar-benar menyebutkan jalur sejarahnya. Kalau dalam dunia hadits, sanadnya tidak jelas. Maka, merayakan V-Day berarti mengikuti sesuatu yang tidak jelas. Kedua, adapun sekiranya orang-orang mengakui kebenaran sejarah V-Day seperti berbagai versi populer, maka itu jauh lebih konyol lagi. Kenapa? Sebab tidak ada satu agama pun yang membolehkan bunuh diri. Semua orang sepakat kalau bunuh diri konyol. Nah, kalau mau lihat salah satu versi sejarah V-Day, tahukah bahwa perayaan ini merupakan peringatan bunuh dirinya seorang pendeta, yaitu St. Valentino? Versi lain jauh lebih konyol lagi, yaitu kisah seorang ibu yang menikah dengan anaknya sendiri. Oleh karena itu, jelas V-Day sangat berbahaya. Sebab, referensinya tidak jelas dan akibat ketidakjelasan inilah berbagai negara dunia membuat peringatan sesuai ide kebebasan masing-masing. Seperti Amerika Serikat, gembongnya liberalisme, menjadikan pekan Valentine’s Day sebagai The National Condom Week. Nah, Indonesia bagaimana? Negeri inipun terbawa ide liberalisme Barat. Jadinya, bebas juga merayakan V-Day. Apalagi, ini didukung oleh negara yang berlandaskan kapitalisme, sehingga pengusaha semakin memfasilitasi generasi merayakan hari maksiat ini. Salah satu contohnya dengan membuat diskon khusus untuk produk cokelat, diskon pakaian, diskon makan, bahkan membuat promo hotel gratis. Jadinya, banyak fakta mengerikan yang kita temukan. Ada sahabat #IndonesiaTanpaPacaran pernah bertanya pada petugas kebersihan di suatu tempat wisata. Pada tanggal 14 Februari, dia capek bukan membersihkan bekas makanan, tapi capek bersihkan kondom bekas. Jumlahnya bukan cuma 10-20 buah, tapi sampai satu karung! Maka, mari #TolakValentineDay, dukung gerakan #IndonesiaTanpaPacaran. Ditulis: @LaOdeMunafar, penggagas gerakan IndonesiaTanpaPacaran
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar