Ketika ku pacu sepeda motorku di kecepatan 80 km/jam ,tiba –tiba mesin sepeda motorku berdesing dengan rasa penasaran kutekan rem dan akhirnya motor ku pun berhenti. Dalam keadaan mesin yang masih menyala ku periksa bagian mesin dari motorku namun anehnya tidak ketemukan permasalaha apapun,bahkan bunyi desing yang tadi kudengar kini mulai tiada,dengan rasa enasaran yang masih berkecamuk ku pacu lagi sepedaku namun kini pada kecapatan konstan 40 km / jam ya separo dari kecapatan awalku. Namun yang tak kusangka mesinku berdesing lagi,namun kali ini aku tak menghentikan motorku ,tetap kujalankan dengan kecepatan konstan 40 km/jam. Setelah ± 10 menit desing mesinku mulai hilang sampai pada menit ke 20 kutambah kecapatan namun bukannya desing yang kurasakan melainkan motorku yang semakin nyaman dan enak dibuat kencang. Waw aneh sekali.
Sesampai di tempatku kerja aku mulai merenung apa yang sebenarnya terjadi pada sepeda motorku,setelah beberapa lama aku berfikir akhirnya aku memeperoleh beberapa penafsiran. Setelah kuingat –ingat lagi ternyata tadi pagi aku lupa memanasi sepeda motorku,selain itu karena hampir telat aku langsung pacu motorku dengan kecepatan tinggi. Ya ternyata itulah penyebabnya ,keadaan mesin yang masih dingin akan kaget ketiak tiba –tiba dipacu dalam kecapatan tinggi,mesin membutuhkan masa warming atau pemanasan sebelum dia bisa dipacu pada ambang batas maksimalnya. Kondisi mesin yang kaget akan membuat performance mesin menurun atau bahkan rusak.
Hasil perenunganku selanjutnya ,, Jika mesin saja memerlukan waktu untuk warming apalagi dengan manusia. Pada dasarnya manusia akan melewati beberapa fase hampir sama seperti mesin, masa pemanasan , masa pacu,masa pacu maksimal hingga cooling atau pendinginan. Ketika 4 masa atau fase itu tidak berjalan dengan berurutan maka akan terjadi suatu gangguan hampir sama seperti mesin motor tadi. Fase pemanasan adalah fase persipan kita ,masa ketika kita mulai belajar,mengamati,mendengar,dan menirukan. Menurut saya fase inilah yang sangat penting karena hasil dari fase ini akan menentukan kelancaran pada fase berikutnya. Fase ini memang berat bagaimana anda harus menempa jiwa dan raga,fisik dan phsikis. Namun seberat apapun tempaan ini yakinlah kenikamatan yang akan kita terima di fase depan sana. Kenyamanan di fase berikutnya sangat ditentukan seberapa sabar anda menempa diri seberapa kuat anda ditempa.
Jadi jadilah pribadi yang selalu berfikir untuk fase berikutnya jangan hanya memikirkan fase yang sekarang,karena hakikat kehidupan manusia adalah untuk hidup di fase yang akan datang
#SWANF
Tidak ada komentar:
Posting Komentar